STAI At Taqwa Deklarasikan Kampus Santri

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, menjadi momen penting bagi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Sekolah tinggi yang menerapkan nilai-nilai Ahlus-Sunnah wal Jamaah (Aswaja) ini, menjadikan momen hari santri untuk mendeklarasikan ‘Kampus Santri’.
“Pencanangan kampus santri ini, untuk menerapkan nilai-nilai pesantren ala santri di kampus,” kata Ketua STAI At-Taqwa, Drs. Akhmadi, M.Pd.I., saat dikonfirmasi RRI, Senin (22/10/2018).
Ia mengemukakan, nilai-nilai pesantren diantaranya, tentang etika kepada sesama mahasiswa dan kepada guru atau dosen. Nilai-nilai pesantren inilah yang membedakan STAI At-Taqwa dengan kampus lainnya.
Dengan pencanangan kampus santri, maka mahasiswa diwajibkan untuk menerapkan panca jiwa santri, diantaranya, keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah dan kebebasan.
Menurut Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Rifa’i, S.Ag., M.Pd.I. panca jiwa santri harus terpatri dalam jiwa mahasiswa, dan diamalkan dalam setiap kegiatan kampus, sebagaimana slogan Yayasan At-Taqwa, yakni menuju mulia dunia dan akhirat.
“Mengenai panca jiwa santri yang kelima, yaitu kebebasan. Artinya, kebebasan yang positif seperti kebebasan belajar, berdiskusi, berkreasi, yang memiliki nilai-nilai positif di kampus,” terangnya.
Selain pencanangan kampus santri, di waktu yang sama, sebanyak 1300 mahasiswa At-Taqwa Makan Tabhek, alias makan nasi beramai-ramai ala santri pondok pesantren.
“Seribu tabhek ala santri ini, memiliki arti kebersamaan dan tolong menolong, sebagaimana nilai-nilai pesantren. Makanya disini menjasi kampus Aswaja, kampus pesantren,” tandas Dosen yang pernah menjabat sebagai wakil rakyat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *